cover
Contact Name
Febri Fahmi Hakim
Contact Email
febri.fahmihakim@politeknikpu.ac.id
Phone
+6287867456519
Journal Mail Official
redaksi.jurnal@politeknikpu.ac.id
Editorial Address
Politeknik Pekerjaan Umum, Jl. Prof. Soedharto, SH., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Email: redaksi.jurnal@politeknikpu.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Konstruksi
ISSN : -     EISSN : 29617804     DOI : https://doi.org/10.56911
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Konstruksi (JIK) merupakan open access journal (e-journal) yang mengangkat isu-isu terkini pada bidang konstruksi & infrastruktur khususnya infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat guna mendukung pengembangan SDM konstruksi dalam ranah vokasi. Fokus jurnal meliputi: metode/inovasi metode konstruksi, material/inovasi material bangunan sipil/bangunan gedung, struktur/inovasi sistem struktur, rantai pasok konstruksi, manajemen konstruksi dan berbagai inovasi di bidang manajemen konstruksi, terowongan (tunnel), Building Information Modeling (BIM), inovasi penerapan Internet of Things (IoT) dalam bidang konstruksi, serta otomasi/digitalisasi konstruksi.
Articles 40 Documents
Pengaruh Fly Ash Dan Bottom Ash (Faba) PLTU sebagai Campuran Paving Blok ditinjau terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Pangestuti, Endah Kanti; Bagaskara, Praba; Heriyanto, Fadhila Rizqina
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 2 (2023): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i2.80

Abstract

PLTU Tanjung Jati-B Jepara menghasilkan limbah dari hasil pembakaran batubara berupa fly ash dan bottom ash. Penumpukan limbah tersebut akan menimbukan banyak masalah lain, sehingga diperlukan inovasi untuk mengubahnya menjadi bahan bernilai tambah. Salah satunya adalah dengan menjadikan fly ash dan bottom ash menjadi bahan campuran untuk pembuatan paving block. Paving block dengan material fly ash dan bottom ash akan menggunakan perbandingan campuran bahan 1:3 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dan bottom ash menghasilkan paving block mutu B dengan nilai kuat tekan 18,73 MPa pada mix design (1 S : 3 BA) dan paving block mutu C dengan daya serap air 7,5% pada mix design dan ((0,5 S : 0,5 FA): 3 BA).
Pemodelan Banjir Dua Dimensi Sungai Seruyan dengan Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Bumi, Ingerawi Sekaring; Rezagama, Arya
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i1.36

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Indonesia (BNPB) pada tahun 2020 menyebutkan bahwa banjir merupakan bencana alam dengan kejadian paling tinggi di Indonesia. Bencana banjir terjadi di berbagai lokasi di Indonesia. Salah satunya terjadi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Wilayah ini mengalami banjir hampir setiap tahun pada musim penghujan. Berdasarkan data, pada tahun 2020 terjadi banjir terparah dalam 30 tahun terakhir. Banjir tersebut terjadi hingga 4 bulan dan menggenangi sebagian besar kecamatan di Kabupaten Seruyan. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai kerugian jiwa, sosial dan ekonomi. Dampak bencana banjir tersebut dapat dikurangi dengan analisis lokasi yang berpotensi terjadi banjir dan analisis penyebab terjadinya banjir pada daerah tersebut. Analisis dilakukan dengan melakukan pemodelan banjir dua dimensi dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS versi 6.1. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan data topografi dan hidrograf banjir dengan metode HSS Nakayasu. Data sedimen dan debit dari anak sungai tidak ditambahkan dalam model. Hasil pemodelan menunjukkan terdapat empat lokasi dengan elevasi banjir tertinggi dan area yang luas. Banjir pada lokasi tersebut disebabkan oleh topografi yang rendah, pertemuan beberapa anak sungai dan karakteristik sungai yang berkelok-kelok (meander) sungai. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat direncanakan beberapa solusi teknis dan non teknis untuk mengurangi potensi kerugian akibat banjir.
Analisis Daerah Kumuh Di Kelurahan Kampung Bugis Menggunakan Penilaian Kawasan Kumuh, ArcGis, Dan CarryMap Sunarto Sunarto; M. Ivan Mareza Pangestu
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 1, No 2 (2022): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v1i2.14

Abstract

Meningkatnya populasi penduduk di sebuah kota akan meningkatkan kebutuhan dalam sektor pembangunan. Permasalahan yang biasanya terjadi adalah pada kondisi bangunan yang dibangun, apakah layak atau tidak dihuni, serta permukiman yang ada di sekitar bangunan atau tempat yang akan dilakukan pembangunan, apakah layak atau tidak untuk dibangun sebuah hunian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daerah kumuh di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode penilaian lokasi permukiman kumuh berdasarkan kriteria, indikator, dan parameter kekumuhan yang telah ditetapkan di dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Setelah dilakukan analisis didapatkan penilaian kawasan kumuh pada Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mendapat total nilai kumuh sebesar 29. Hal ini menjadikan kawasan ini sebagai kawasan dengan tingkat kekumuhan ringan. Selanjutnya data indikator tersebut dibuatkan peta daerah kumuh dengan menggunakan software ArcGis dan CarryMap. Terdapat 3 aspek indikator kumuh yang perlu ditindaklanjuti yaitu aspek kondisi bangunan gedung, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran.
Karakteristik Bahan Bambu Ditinjau dari Struktur Mikro - Studi Kasus Bambu Tali (Giganthochloa Apus Bl. ExSchult.f.) Adityo Budi utomo; Indira Laksmi Widuri; Rikal Andani; Eko Kusumo Friatmojo; Marchus Budi Utomo
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 1, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v1i1.5

Abstract

Bambu telah banyak dipakai sebagai bahan perancah, kusen, rangka kuda-kuda atap, kolom, dinding, balok, dan perabot lainnya. Sebagai bahan bangunan alam, bambu memiliki sifat mekanis yang tidak seragan antar batang, tidak seragam antar posisi, dan tidak seragam dari kulit terluar hingga terdalam. Tujuan penelitian ini yaitu mengamati struktur mikro anatomi bambu tali (Giganthochloa apus Bl. Ex (Schult.f.) yang mempengaruhi sifat mekanisnya. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel batang bambu pada bagian pangkal, tengah, dan ujung batang dan dilakukan pemotongan secara melintang mulai kulit terluar hingga terdalam. Potongan melintang tersebut akan diamati secara mikroskopis. Hasil pengamatan mikro anatomi terhadap panjang serat, diameter serat, diameter lumen, tebal dinding sel, prosentase serat, diameter pembuluh, prosentase parenkim, dan tipe pola ikatan pembuluh diolah menjadi nilai daya tenun, nilai fleksibilitas, nilai kekakuan, nilai runkel, dan nilai muhlsteph. Dari nilai turunan serat didapatkan hasil bahwa bagian batang bambu yang memiliki tekstur paling licin dan paling halus serta memiliki plastisitas tinggi terdapat pada bagian tengah batang bambu. Sedangkan bagian pangkal batang bambu merupakan bagian yang memiliki serat paling kuat terhadap beban tekan atau paling kaku dan bagian ujung batang bambu merupakan bagian bambu yang paling fleksibel terhadap tarikan.  Untuk sifat tiap lapisan bambu secara umum dari ketiga bagian batang (pangkal, tengah, dan ujung) dapat terlihat bahwa lapisan bagian dalam merupakan lapisan yang paling fleksibel dan memiliki serat yang tidak mudah putus akibat beban tarik, sedangkan bagian kulit merupakan bagian yang memiliki plastisitas paling tinggi jika dibandingkan dengan lapisan lainnya.
Analisa Perhitungan Quantity Material Take-Off (QMTO) Struktur Bawah Jembatan Tipe Skew dengan Menggunakan BIM Autodesk Revit Tigauw, Fransisca Michille; Aprilianto, Fajrin; Santoso, Hinawan Teguh
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 2 (2023): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i2.44

Abstract

Quantity Material Take-off (QMTO) pada pekerjaan konstruksi umumnya masih dilakukan secara konvensional berdasar gambar 2D sehingga memungkinkan terjadi kesalahan akibat ketidakakuratan pada proses perhitungan volume. Building Information Modelling (BIM) merupakan terobosan di dunia konstruksi yang memungkinkan penghitungan kuantitas pekerjaan dilakukan dengan efektif dan efisien; salah satu software BIM berbasis 3D yang digunakan adalah Autodesk Revit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa akurasi hasil perhitungan QMTO dengan menggunakan BIM terhadap hasil perhitungan konvensional pada pekerjaan pembesian dan beton struktur bawah jembatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan studi kasus pada struktur bawah jembatan dengan tipe skew (miring). Hasil penelitian menunjukkan adanya deviasi perhitungan volume antara metode konvensional dengan BIM untuk pekerjaan beton sebesar 10,66% dengan total biaya sebesar Rp. 1.050.751.645,17, sedangkan untuk pekerjaan pembesian sebesar 5,13% dengan total biaya sebesar Rp. 207.370.643,69. Dari studi, didapatkan bahwa faktor penyebab deviasi perhitungan lebih dominan disebabkan oleh human error, seperti: kesalahan asumsi dan interpretasi gambar, simplifikasi perhitungan bidang dan ruang, serta kesalahan penggunaan rumus perhitungan.
Perbandingan Metode Bekisting Kolom Sistem Semi dan Sistem MESA pada Proyek Gedung di Kota Semarang Setiyawan, Zhaafira Naresditya Kanaya; Al Hussein, Muhammad Adam; Utama, Agung Bhakti; Fernando, Robi
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i1.33

Abstract

Penelitian ini membandingkan waktu dan biaya dari metode bekisting kolom sistem semi dan sistem MESA pada salah satu proyek pembangunan gedung di Kota Semarang. Pengamatan menggunakan metode time study untuk perhitungan produktivitas dan metode work sampling untuk perhitungan Labour Utilization Rate (LUR). Dilakukan uji normalitas terhadap data hasil pengamatan menggunakan software SPSS. Setelah terbukti terdistribusi normal, data kemudian diolah dan diperoleh produktivitas sebesar 35,887 m2/jam dengan LUR sebesar 75,6% untuk metode bekisting kolom sistem semi dan 49,825 m2/jam dengan nilai LUR sebesar 75,2% untuk sistem MESA. Dari perhitungan produktivitas sistem semi didapatkan koefisien pekerja sebesar 0,008 OH, mandor sebesar 0,004 OH, dan operator sebesar 0,004 OH. Dari perhitungan produktivitas sistem MESA didapatkan koefisien pekerja sebesar 0,006 OH, mandor sebesar 0,003 OH, dan operator sebesar 0,003OH. Hasil analisis biaya pemasangan dan pembongkaran 1 m2 pekerjaan bekisting sistem semi sebesar Rp. 232.334,00 dan Rp. 718.479,00 untuk sistem MESA.
Analisis Perbandingan Metode Sistem Rotasi Bekisting Balok dan Pelat pada Pembangunan Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih Irenisa Nabila Az Zahra; Safira Nur Fatimah; Robi Fernando; Hendra Adi Wijaya
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 1, No 2 (2022): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v1i2.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis beberapa model sistem rotasi bekisting untuk mendapatkan hasil yang paling optimal dari segi biaya dan waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih. Permodelan metode sistem rotasi bekisting yang dilakukan meliputi sistem rotasi 0.5 lantai, 1 lantai, dan 1.5 lantai. Masing-masing model terdiri dari beberapa tahapan yaitu metode pelaksanaan rotasi bekisting, analisis kebutuhan material, analisis produktivitas dan durasi, serta analisis biaya untuk kemudian diolah menjadi suatu grafik yang dapat menampilkan hasil yang paling optimal. Hasil analisis menunjukkan sistem rotasi bekisting balok dan pelat yang paling optimal pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih yaitu sistem rotasi 1 lantai yang membutukan biaya sebesar Rp. 10.941.741.863 dan durasi pelaksanaan sepanjang 124 hari.
Tinjauan Aspek Teknis Aplikasi Teknologi Steel Box Telescopic Sebagai Kepala Pilar Jembatan Anton Husen Purboyo; Hinawan Teguh Santoso
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 1, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v1i1.10

Abstract

Pembangunan jembatan dengan konsep “accelerated bridge construction” telah banyak dikembangkan sejak tahun 2015. Infrastruktur jembatan yang dapat dibangun dalam waktu singkat menjadi harapan bagi semua stakeholder, terutama pengguna lalu lintas, di mana ketersediaan aksesibilitas dan konektivitas melalui pembangunan jembatan segera dapat terpenuhi. Kemungkinan ini dapat diwujudkan dengan adanya kemajuan dan inovasi teknologi jalan-jembatan, serta adanya penemuan material-material baru. Salah satu inovasi yang dapat mendukung percepatan pembangunan jembatan tersebut adalah penggunaan sistem steel box telescopic sebagai kepala pilar jembatan menggantikan sistem konvensional yang umumnya menggunakan teknologi beton cast in situ. Dalam kajian digunakan model numerik dari sistem steel box telescopic pada 50-55 meter jembatan tipe I-girder untuk meninjau aspek kelayakan teknisnya. Berdasarkan tinjauan pada aspek teknis, penggunaan sistem steel box telescopic ini dapat mereduksi berat kepala pilar secara signifikan dibandingkan dengan sistem konvensional. Hal ini tentu saja dapat mereduksi dimensi pilar sebagai akibat dari berkurangnya berat kepala pilar, terutama akibat beban gempa. Tinjauan lebih lanjut diperlukan terkait aspek detailing dan kelayakan secara ekonomi sistem steel box telescopic dibandingkan sistem konvensionalKata kunci: accelerated bridge construction, steel box telescopic, kepala pilar
Penilaian Kinerja Saluran Irigasi Tersier Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat Indonesia Prasetyo, Wahyu; Nisa’, Febe Khoirun; Herwindo, Wildan
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 2 (2023): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i2.74

Abstract

Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Indramayu memiliki permasalahan dalam pembagian air yang tidak merata. Kelebihan air terjadi di bagian hulu dan kekurangan air terjadi di bagian hilir. Hal tersebut diakibatkan oleh penurunan prasarana fisik terutama saluran irigasi tersier dan kurang optimalnya kegiatan operasi dan pemeliharaan sehingga berpengaruh pada produktifitas tanam. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian kinerja saluran irigasi tersier untuk memeriksa kondisi saluran tersier khususnya saluran BD 5 Ki.2 di Daerah Irigasi Rentang. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi lapangan dengan melakukan penelusuran saluran irigasi tersier yaitu pengukuran dimensi penampang saluran, sedimentasi, serta panjang kerusakan saluran. Berdasarkan hasil walkthrough kondisi kinerja saluran irigasi tersier BD 5 Ki.2 menunjukkan bahwa kondisi saluran kurang baik dengan nilai kinerja saluran irigasi 52,81%.  Hasil pengukuran debit menggunakan metode apung di ruas BD 5 Ki.2-T1 (Q1) = 3,22 m3/s, ruas T1-T2 (Q2) = 1,43 m3/s, T2-K1 (Q3) = 0 m3/s. Sementara nilai debit rencana Q1 = 0,106 m3/s, Q2 = 0,072 m3/s dan Q3 = 0,042 m3/s. Penilaian kondisi kinerja saluran irigasi tersier BD 5 Ki.2 kurang baik dikarenakan terjadi penurunan debit aliran di saluran irigasi tersier BD 5 Ki.2 Daerah Irigasi Rentang.
Analisis Penilaian Bangunan Gedung Hijau Pasar Klewer Timur Kota Surakarta pada Tahapan Perencanaan Wulandari, Mariana; Hetwisari, Tia
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i1.38

Abstract

Pasar Klewer Timur Kota Surakarta termasuk dalam kategori wajib (mandatory) untuk menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau  mulai dari tahap perencanaan konstruksi. Adapun kriteria yang ingin dicapai adalah kategori Pratama, mengingat letak Pasar Klewer Timur yang berada di semi basement memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan bangunan yang berdiri vertikal ke atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengamatan langsung dan pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder. Analisis penelitian ini masih menggunakan peraturan yang digunakan pada tahun pelaksanaan pekerjaan yaitu Permen PUPR  No 2 Tahun 2015 tentang Bangunan Hijau. Hasil dari penelitian yang dilakukan, bahwa Pasar Klewer Timur memenuhi poin penilaian yang dipersyaratkan pada kategori Pratama. Dengan penelitian ini, diharapkan bangunan yang masuk dalam kategori wajib, dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatannya, tidak hanya 1 (satu) atau 2 (dua) tahap saja, sehingga bangunan gedung yang dibangun adalah benar-benar bangunan yang sesuai dengan konsep dan kaidah Bangunan Gedung Hijau yang dipersyaratkan, serta resmi mendapatkan plakat sesuai dengan predikat penilaian yang diperoleh.

Page 1 of 4 | Total Record : 40