Perkembangan teknologi dan informasi di era digital telah mengubah cara masyarakat dalam mencari informasi mengenai desain, renovasi, dan standar hunian yang layak. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi alat strategis dalam membangun citra, memperluas jaringan, dan memperkuat identitas merek. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada platform digital menuntut adanya strategi pemasaran media sosial yang lebih relevan dan terarah. Ravearchitect menghadapi permasalahan dalam membangun interaksi yang efektif dengan audiens karena penggunaan akun Instagram yang masih terbatas sebagai portofolio visual proyek. Selain itu, belum adanya strategi media sosial yang terencana serta adanya batasan kode etik arsitek dalam bermedia sosial menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan media khusus yang berfokus pada konten edukasi arsitektur agar dapat menyampaikan informasi secara informatif sekaligus melakukan promosi secara soft selling. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam bidang arsitektur serta metode Design Thinking. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan observasi media sosial untuk memahami persepsi audiens dan pihak internal terhadap efektivitas konten, gaya komunikasi, serta konsistensi identitas visual. Hasil perancangan menunjukkan adanya peningkatan jangkauan dan keterlibatan audiens terhadap edukasi hunian layak. Selain itu, dibentuk akun “volumacreative” sebagai media edukasi yang membahas seni, arsitektur, interior, dan desain. Perancangan ini juga mendukung kolaborasi edukatif melalui proyek Ravearchitect sekaligus menjadi sarana pemasaran untuk memperkenalkan layanan one stop solution, mulai dari desain hingga konstruksi.
Copyrights © 2026