Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi Kemenkeu Learning Center (KLC) sebagai Learning Management System (LMS) terhadap pengembangan kompetensi pegawai dan pembentukan budaya continuous learning di lingkungan Kementerian Keuangan. Transformasi digital menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memiliki kompetensi adaptif yang berkelanjutan, sehingga ketersediaan platform pembelajaran terintegrasi menjadi kebutuhan esensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap 104 pegawai pengguna KLC dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yang selanjutnya diperdalam melalui wawancara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KLC secara efektif meningkatkan kompetensi pegawai dan mendorong perilaku belajar berkelanjutan. Variabel Product terbukti memiliki pengaruh paling dominan, terutama melalui peningkatan kinerja dan efisiensi pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pembelajaran digital tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, melainkan juga diintervensi oleh dukungan kebijakan, penguatan literasi digital, serta peran kepemimpinan dalam memperkuat ekosistem belajar yang berkelanjutan di organisasi sektor publik. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada literatur pengembangan SDM sektor publik dan memberikan implikasi praktis bagi optimalisasi manajemen pembelajaran digital terintegrasi.
Copyrights © 2026