Sekolah Minggu menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan motivasi belajar Alkitab anak Sekolah Minggu, khususnya di era digital yang mendorong anak lebih tertarik pada telepon selulernya dari pada belajar firman Tuhan. Kurangnya keterlibatan anak dan metode pengajaran yang monoton menyebabkan penurunan motivasi belajar dan partisipasi aktif dalam kegiatan Sekolah Minggu. Meningkatkan motivasi belajar menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh guru Sekolah Minggu agar anak-anak semangat dan memiliki keinginan belajar Alkitab. Peneliti menduga adanya hubungan antara engagement learning (keterlibatan pembelajaran) terhadap motivasi belajar Alkitab anak, sehingga penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui hubungan engagement learning dan motivasi belajar Alkitab pada anak Sekolah Minggu. Penelitian ini dilakukan bertempat di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) majelis daerah Malang IV wilayah rayon timur. Engagement learning sendiri mencakup keterlibatan anak secara perilaku, kognitif, dan emosional dalam proses pembelajaran. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross sectional dipilih peneliti dalam melakukan temuan ini. Adapun sampel dalam temuan ini yaitu anak Sekolah Minggu kelas madya dan remaja berjumlah 80 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, selanjutnya pengujian dan analisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linear sederhana, serta uji korelasi dan uji t. Hasil analisis data mengungkapkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,505 yang menunjukkan adanya hubungan positif pada tingkat sedang antar kedua variabel. Maka disimpulkan semakin tinggi engagement learning, akan semakin tinggi pula motivasi belajar Alkitab anak-anak. Terdapat kontribusi engagement learning sebesar 25,5% terhadap motivasi belajar, sementara itu 74,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor diluar engagement learning. Faktor luar yang mempengaruhi motivasi belajar diduga adanya pengetahun guru Sekolah Minggu tentang strategi pembelajaran yang tepat, faktor kondisi lingkungan sosial, pengaruh orang sekitarnya, pendekatan belajar yang digunakan, bakat dan minat dalam diri anak, serta kesadaran akan pentingnya belajar. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa anak-anak yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran secara menyeluruh ada hubungan dengan motivasi, semangat, dan ketekunan dalam mempelajari Alkitab. Maka dari itu, guru Sekolah Minggu perlu menerapkan metode engagement learning secara kreatif dan sesuai dengan kebutuhan di era digital ini agar pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna bagi anak-anak masa kini.
Copyrights © 2026