Program Waktu Pribadi Dengan Allah (WPDA) dirancang untuk menumbuhkan spiritualitas jemaat melalui pembacaan Alkitab dan doa. Kondisi ideal yang diharapkan dalam proses menjalankan WPDA adalah mampu meluangkan waktu, seperti halnya tentang tindakan Yesus mencari tempat sepi untuk berdoa. Namun, realitas menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan program dengan pelaksanaannya, di mana banyak anggota hanya berpartisipasi secara administratif tanpa mengalami transformasi rohani yang signifikan. Penelitian ini menekankan tiga fase, yaitu antecedents, transaction, dan outcomes. Penelitian ini juga menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk memperkuat proses evaluasi. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa program WPDA berada pada kategori kurang dalam hal kesesuaian antara intens dan observasi pada komponen antecedents (35%) dan transaction (30%). Adapun outcomes juga memperlihatkan rendahnya konsistensi anggota dalam aktivitas pembacaan Alkitab dan doa. Indikator ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu rasa malas, komitmen lemah, serta kurang memahami pentingnya WPDA. Dengan demikian, hasil yang dicapai belum menunjukkan dampak yang nyata terhadap pertumbuhan spiritualitas jemaat secara holisti, sehingga masih diperlukan perbaikan menyeluruh mulai dari tahap persiapan, proses, hingga pendampingan hasil agar program menjadi sarana transformasi spiritual yang efektif bagi jemaat.
Copyrights © 2026