Latar Belakang: Infrastruktur jalan merupakan salah satu elemen penting dalam suatu sistem transportasi, dan begitu juga sebagai jaringan jalan pembangunan nasional di Indonesia. Sistem transportasi ditantang setiap tahun dengan peningkatan 10% kendaraan bermotor baru yang membutuhkan kinerja trotoar yang lebih baik. Tujuan: Untuk membandingkan kekuatan tekan dan kekuatan lentur campuran beton bertulang serat dengan komposisi serupa pada dua metode pengawetan yang berbeda, yaitu pengawetan perendaman konvensional dan perlakuan senyawa pengawetian. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menerapkan 2 perlakuan pengawetan pada spesimen beton bertulang serat dengan komposisi campuran yang sama. Kekuatan tekan dan lentur spesimen diperiksa pada 3, 7, dan 14 hari dan kemudian lagi pada dua minggu. Setelah pengawetan selesai, Anda kemudian membandingkan hasilnya untuk melihat bagaimana dua metode pengawetan yang berbeda dilakukan. Hasil: Hasil kekuatan tekan pada usia 28 hari yang diperoleh dari metode pengawetan perendaman masing-masing adalah 23,67, 23,58, 20,94 dan 18,86 N/mm²; sedangkan hasil kekuatan lentur untuk metode pengawetan yang sama masing-masing adalah 5,77,6,52,3,70 dan 4,32 N/mm² Di sisi lain, senyawa pengawetan mencapai kekuatan tekan 26,03, 21,32, 26,97 dan 21,22 N/mm² dan kekuatan lentur 6,22, 6,09,4,57, dan 6,77 N/mm² masing-masing. Kesimpulan: Metode senyawa pengawetan dapat mencapai kinerja mekanis yang lebih banyak dibandingkan dengan metode lain di beberapa usia.
Copyrights © 2026