Artikel ini mengkaji bagaimana etika konsumsi dalam hadis Nabi Muhammad saw. dapat dibaca melampaui kerangka normatif halal–haram menuju etika moral yang lebih reflektif dan kontekstual, khususnya dalam dialog dengan wacana veganisme kontemporer. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kecenderungan studi hadis dan respons keagamaan yang masih bersifat legalistik dan apologetik, sehingga belum mengelaborasi dimensi etika pembatasan konsumsi, kritik terhadap isrāf, serta prinsip rahmah terhadap makhluk hidup. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis tematik hadis (mawḍū‘ī) dengan pembacaan matan kontekstual untuk menempatkan veganisme bukan sebagai tuntutan normatif agama, melainkan sebagai pilihan etis yang berdialog dengan nilai profetik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis hadis-hadis konsumsi dari kitab hadis otoritatif beserta syarah klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis menempatkan konsumsi dalam tiga lapisan etika, yaitu kebolehan hukum, pembatasan etis, dan rahmah relasional. Dalam kerangka ini, veganisme dinilai selaras dengan etika pembatasan dan empati, namun kehilangan legitimasi ketika dikonstruksikan sebagai klaim moral absolut. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan etika konsumsi Islam yang relevan dengan tantangan pangan global masa kini
Copyrights © 2026