Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa serta mengidentifikasi keunggulannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif berbasis survei. Data sekunder berasal dari publikasi terindeks Google Scholar periode 2020–2025. Dari 25 studi yang ditemukan, 5 studi memenuhi kriteria inklusi (pendidikan matematika, fokus CORE, subjek siswa SMP di Indonesia) dan dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan respons siswa terhadap model CORE cenderung positif dan penerapannya meningkatkan kemampuan koneksi matematis secara signifikan dibanding pembelajaran konvensional. Keunggulan CORE terletak pada tahapan connecting–organizing–reflecting–extending yang mendorong keaktifan, melatih daya ingat dan penalaran, serta membantu siswa mengonstruksi dan memperluas pemahaman konsep. Temuan ini mendukung penggunaan CORE sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk memperkuat koneksi matematis siswa SMP. Dengan demikian, model CORE efektif digunakan guru dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kualitas belajar siswa melalui proses kognitif yang terstruktur dan membimbing siswa membangun koneksi antar konsep secara mandiri.
Copyrights © 2026