Meningkatnya partisipasi politik Generasi Z pada Pemilu 2024 sering diasumsikan berbanding lurus dengan dukungan terhadap isu lingkungan. Namun, penelitian ini menunjukkan adanya paradoks kesadaran ekologis di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis sikap politik Generasi Z terhadap isu lingkungan dengan melihat ketegangan antara idealisme ekologis dan pragmatisme ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan berusia 18–25 tahun di Kecamatan Pantai Labu dan dianalisis menggunakan analisis tematik enam tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki kesadaran ekologis yang tinggi terhadap isu lokal, terutama abrasi pantai, karena pengalaman langsung. Media sosial juga berperan dominan dalam sosialisasi politik, tetapi turut membentuk ruang gema atau echo chamber. Meskipun mayoritas informan menganggap isu lingkungan penting, tidak semuanya menjadikannya prioritas elektoral. Temuan ini menunjukkan bahwa sikap politik Generasi Z bersifat kompleks, ambivalen, dan dipengaruhi oleh kesadaran ekologis, paparan digital, serta kebutuhan ekonomi yang mendesak.
Copyrights © 2026