Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan ibu dan anak yang banyak terjadi pada masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. Rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan akses informasi kesehatan, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta kurangnya pemahaman mengenai gizi dan sanitasi menjadi faktor yang memengaruhi tingginya risiko stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan ibu dan anak terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan stunting pada masyarakat menengah ke bawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui metode one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 60 responden yang merupakan ibu hamil dan ibu balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan serta media edukasi berupa leaflet, poster, dan media digital berbasis smartphone. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan responden setelah diberikan edukasi kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan mengenai stunting meningkat dari 56,4 menjadi 82,7 dengan nilai p-value 0,000. Selain itu, terjadi perubahan perilaku positif pada responden, seperti peningkatan praktik pemberian ASI eksklusif, perhatian terhadap gizi seimbang, kebiasaan memantau pertumbuhan anak, dan partisipasi dalam kegiatan posyandu. Edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan dukungan media edukasi sederhana dan digital terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program kesehatan ibu dan anak yang lebih berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026