Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya integrasi pendidikan karakter dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang masih lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi kognitif dan keterampilan abad ke-21. Di sisi lain, pendidikan Islam pra-kemerdekaan menempatkan pembentukan adab, moral, dan spiritual sebagai tujuan utama pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam pra-kemerdekaan terhadap penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka Belajar, khususnya pada aspek tujuan pendidikan, metode pembelajaran, dan sistem kelembagaan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui dokumentasi jurnal ilmiah, artikel, dan sumber historis terkait pendidikan Islam pra-kemerdekaan serta Kurikulum Merdeka Belajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi tahap reduksi data, pengelompokan kategori, interpretasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam pra-kemerdekaan memiliki relevansi dalam penguatan pendidikan karakter melalui konsep ta’dib, ta’lim, dan tarbiyah, metode keteladanan dan pembiasaan, serta sistem pendidikan berbasis ekosistem nilai yang terintegrasi antara lingkungan sosial, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
Copyrights © 2026