Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi detail, sebaran spasial endapan laterit, serta korelasi kuantitatif kemiringan lereng terhadap profil nikel laterit di Site Wagemna, Kabupaten Halmahera Timur. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis laboratorium, dan analisis statistik regresi linear memanfaatkan data pemboran serta pemodelan elevasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tatanan geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan dasar ultramafik Kompleks Ofiolit yang dikontrol oleh struktur sesar naik (right thrust slip fault) dan kekar gerus berorientasi utara–selatan. Secara lateral, endapan nikel laterit mencakup 34% area dan terkonsentrasi pada punggungan berlereng landai yang mendukung retensi material, sedangkan singkapan batuan dasar mendominasi lereng terjal akibat laju erosi mekanis yang tinggi. Analisis kuantitatif membuktikan kemiringan lereng memiliki korelasi linear negatif yang kuat terhadap kedalaman zona pengkayaan Ni (R2 = 0,8335) dan total ketebalan profil (R2 = 0,8052), di mana topografi datar-landai (0°–8°) mengoptimalkan infiltrasi untuk membentuk zona saprolit tebal (17–18,5 m). Selain itu, ditemukan dikotomi kontrol fisik yang unik dimana ketebalan zona limonit sangat dipengaruhi oleh kelerengan permukaan (R2 = 0,7981), sementara ketebalan zona saprolit tidak berkorelasi linear dengan kelerengan (R2 = 0,0027) melainkan dikontrol oleh karakteristik internal bawah permukaan seperti kerapatan kekar batuan dasar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan strategis dalam efisiensi eksplorasi nikel laterit berbasis pemodelan kelerengan di Pulau Halmahera.
Copyrights © 2026