Pengumpulan data silsilah keluarga atau kawitan di Bali sangat penting untuk menjaga identitas turun-temurun (purusa) dan memastikan kelancaran pelaksanaan ritual keagamaan seperti Pitra Yadnya. Namun, sistem digitalisasi silsilah saat ini yang menggunakan arsitektur Relational Database Management System (RDBMS) konvensional mengalami masalah kinerja komputasi yang signifikan ketika menangani kueri rekursif karena operasi JOIN yang intensif sumber daya. Studi ini mengusulkan penggunaan basis data graph asli Neo4j untuk mengatasi masalah kompleksitas relasi dan secara signifikan meningkatkan efisiensi pencarian silsilah. Metode pengembangan perangkat lunak menggunakan pendekatan Prototyping, dengan penekanan pada pemodelan Property Graph dan pengujian kinerja kuantitatif. Pengujian dilakukan menggunakan fitur PROFILE di Neo4j Browser untuk mengukur waktu eksekusi rata-rata untuk empat jenis kueri Cypher: pencarian node tunggal, penelusuran satu hop, penelusuran mendalam hingga lima generasi, dan pencarian jalur terpendek di tiga skala dataset: Set A (±10 node), Set B (±20 node), dan Set C (31+ node, dataset lengkap). Semua skenario kueri menunjukkan kinerja yang sangat baik, jauh di bawah ambang batas kelayakan 500 milidetik. Waktu eksekusi rata-rata tertinggi yang tercatat adalah 75,4 milidetik untuk kueri Jalur Terpendek pada Set A, sementara kueri paling kompleks, penelusuran mendalam melintasi lima generasi, mencapai rata-rata terbaik 22,4 milidetik pada seluruh dataset. Kebaruan penelitian ini terletak pada model data Graph Properti yang diadaptasi secara budaya untuk semantik kekerabatan Bali dan validasi kuantitatif empiris dari keunggulan kinerja Neo4j dalam dataset silsilah komunitas nyata.
Copyrights © 2026