Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan mengalami stres dan masalah psikologis yang menurunkan motivasi mereka dalam program rehabilitasi. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengembangkan terapi hortikultura sebagai metode baru untuk menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi efektivitas terapi hortikultura dalam mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, dilaksanakan selama 47 hari dalam 7 tahapan dengan 36 Anak Binaan sebagai sampel yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Kessler Psychological Distress Scale untuk mengukur stres dan Psychological Well-Being Scale (PWB) untuk kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan terapi hortikultura efektif dengan p-value 0,019 untuk stres dan 0,035 untuk kesejahteraan psikologis, yang menunjukkan penurunan stres dan peningkatan kesejahteraan secara signifikan. Temuan ini merekomendasikan adopsi terapi hortikultura sebagai strategi inovatif dalam program rehabilitasi untuk membantu Anak Binaan menghadapi masa hukuman dengan lebih positif dan produktif.
Copyrights © 2024