Kepemilikan jamban keluarga merupakan indikator utama keberhasilan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus faktor protektif terhadap penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kecacingan, dan hepatitis A. Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus merupakan kawasan bantaran Sungai Musi yang ditetapkan sebagai salah satu dari empat wilayah prioritas sanitasi Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemilikan jamban keluarga dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya pada masyarakat Kelurahan Pulokerto wilayah kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang tahun 2025. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 2-20 April 2025 dnegan sampel berjumlah 200 kepala keluarga menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung menggunakan kuesioner tervalidasi dan checklist jamban sehat. Analisis menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil menunjukkan 51,0% memiliki jamban sehat dan 49,0% tidak memiliki jamban sehat. Faktor yang berhubungan signifikan adalah tingkat pendidikan (p=0,000; OR=3,48), tingkat penghasilan (p=0,001; OR=3,12), pengetahuan sanitasi (p=0,000; OR=4,38), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,000; OR=3,87). Tingginya proporsi kepemilikan jamban tidak sehat berisiko meningkatkan kejadian diare, kecacingan, hepatitis A, dan stunting di Kelurahan Pulokerto. Puskesmas Gandus perlu mengintensifkan pemicuan STBM, edukasi sanitasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk percepatan kepemilikan jamban sehat.
Copyrights © 2025