Stunting merupakan permasalahan multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pola asuh dan aspek psikososial keluarga. Permasalahan stunting di Kalurahan X tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dengan rendahnya pemahaman pengasuhan positif, kualitas komunikasi keluarga, dan keterlibatan kader posyandu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dan stakeholder komunitas dalam memahami stunting dari sisi psikososial serta menerapkan komunikasi efektif kepada keluarga balita. Metode yang digunakan meliputi asesmen komunitas melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, focus group discussion (FGD), analisis data sekunder, serta intervensi psikoedukasi yang berisi materi stunting, pola asuh, pengasuhan positif, dan simulasi komunikasi efektif. Peserta kegiatan adalah kader posyandu, dukuh, dan perangkat kalurahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap stunting sebagai masalah multidimensional, perubahan cara pandang terhadap pentingnya pola asuh positif, serta mulai digunakannya materi psikoedukasi dalam kegiatan posyandu. Evaluasi dan monitoring satu bulan pascakegiatan memperlihatkan respons positif dari kader dan dukuh, meningkatnya kemampuan peserta menjelaskan kembali materi, serta mulai adanya penyisipan edukasi pola asuh positif kepada ibu balita. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukasi berbasis komunitas berpotensi memperkuat pencegahan stunting melalui perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik pengasuhan.
Copyrights © 2026