Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat dan evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Sifat penelitian deskriptif dengan metode mengumpulkan data sekunder cara retrospektif, mengumpulkan dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat, evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67%- 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.
Copyrights © 2025