Meningkatnya kejadian resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi keberhasilan terapi infeksi di seluruh dunia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam menggunakan antibiotik sesuai anjuran. Sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam pelayanan kefarmasian, apoteker dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien melalui konseling dan pemberian informasi obat yang tepat. Tujuan dari studi ini guna mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Ken Saras. Metode penelitian eksperimental dengan pengambilan data nonequivalent control group posttest-only design. Purposive sampling (penentuan sampel dengan berdasarkan kriteria tertentu) diterapkan guna mengambil sampel penelitian dan didapat sejumlah 60 pasien sebagai sampelnya, dengan masing-masing kelompok kontrol serta eksperimen sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan pill count. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 dengan dilakukan perhitungan pill count serta pengujian Independent Sample T-test. Hasil temuan berdasar perhitungan pill count memperlihatkan pada kelompok kontrol pasien yang mendapatkan obat antibiotik memiliki kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sebesar 20%, sedangkan pada kelompok eksperimen tingkat kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sebesar 93,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling apoteker terbukti mempengaruhi kepatuhan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Ken Saras dengan diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05.
Copyrights © 2026