Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN PUSKESMAS DAN KONSEP SYARIAH ISLAM DI PUSKESMAS PANDANARAN Nindita Sari Nastiti; Sofa Alya Soraya; Vica Puspitasari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.431

Abstract

Puskesmas adalah suatu unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Salah satu alur pengelolaan sediaan farmasi dalam menejemen logistik adalah fungsi penyimpanan. Menurut ajaran islam kegiatan penyimpanan obat seharusnya harus diperhatikan terkait obat yang halal dan obat yang belum mendapatkan sertifikasi halal, hal ini dilakukan dengan tujuan agar meminimalisir tercampurnya zat yang berpotensi dapat mengkontaminasi pada saat penyimpanannya tercampur sehingga sebaiknya diatur dengan baik dan digolongkan sesuai kehalalannya. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi kesesuaian penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan standar kefarmasian puskesmas dan konsep syariah islam di Puskesmas Pandanaran. Metode observasional, dengan jenis penelitian deskriptif analitik, melalui pendekatan cross sectional, Sumber data yang dipakai dalam penelitian adalah lembar observasi yang dibuat dalam bentuk checklist. Hasil penelitian hasil kesesuaian dengan standar didapatkan dengan dua variabel kesesuaian pada pengaturan ruang penyimpanan obat didapatkan 95% yang artinya memiliki kesesuaian tinggi dan untuk variabel persyaratan sistem penyimpanan obat didapatkan hasil 88,24% yang artinya kesesuaian tinggi sedangkan hasil kesesuaian penyimpanan dengan syariah islam didapatkan hasil 20% yang artinya memiliki kesesuaian buruk.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RS KEN SARAS SEPTEMBER - OKTOBER 2025 Nindita Sari Nastiti; Salsabila Syifa Puspiyawibowo; Patricia Sanggita
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.629

Abstract

Meningkatnya kejadian resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi keberhasilan terapi infeksi di seluruh dunia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam menggunakan antibiotik sesuai anjuran. Sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam pelayanan kefarmasian, apoteker dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien melalui konseling dan pemberian informasi obat yang tepat. Tujuan dari studi ini guna mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Ken Saras. Metode penelitian eksperimental dengan pengambilan data nonequivalent control group posttest-only design. Purposive sampling (penentuan sampel dengan berdasarkan kriteria tertentu) diterapkan guna mengambil sampel penelitian dan didapat sejumlah 60 pasien sebagai sampelnya, dengan masing-masing kelompok kontrol serta eksperimen sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan pill count. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 dengan dilakukan perhitungan pill count serta pengujian Independent Sample T-test. Hasil temuan berdasar perhitungan pill count memperlihatkan pada kelompok kontrol pasien yang mendapatkan obat antibiotik memiliki kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sebesar 20%, sedangkan pada kelompok eksperimen tingkat kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik sebesar 93,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling apoteker terbukti mempengaruhi kepatuhan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Ken Saras dengan diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05.