Indonesia telah memasuki fase ageing population dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia yang berdampak pada kebutuhan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kualitas kesehatan lansia adalah melalui program Posyandu Lansia. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam memanfaatkan pelayanan Posyandu masih belum optimal di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan lansia dalam memanfaatkan pelayanan Posyandu Lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan melakukan penelusuran artikel ilmiah melalui database Google Scholar, ResearchGate, dan Garuda Kemdikbud menggunakan kata kunci “posyandu lansia”, “kepatuhan posyandu lansia”, dan “kepatuhan lansia”. Sebanyak 9 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025 dipilih berdasarkan kesesuaian topik dan kualitas penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi tingkat pengetahuan, motivasi diri, persepsi, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi. Sementara itu, faktor eksternal mencakup dukungan keluarga, dukungan sosial, aspek sosial budaya, dan peran kader Posyandu. Dukungan sosial menjadi faktor dengan pengaruh paling kuat berdasarkan nilai Odds Ratio sebesar 3,45 (p = 0,001), yang menunjukkan bahwa lansia dengan dukungan sosial tinggi memiliki peluang lebih besar untuk patuh mengikuti kegiatan Posyandu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan lansia dalam memanfaatkan Posyandu Lansia merupakan kondisi multifaktorial yang membutuhkan intervensi terpadu melalui peningkatan edukasi, penguatan dukungan keluarga, serta optimalisasi peran kader kesehatan untuk meningkatkan partisipasi lansia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026