Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh tingkat belis terhadap kondisi ekonomi rumah tangga pada masyarakat Lamaholot di Flores Timur. Tradisi belis merupakan bagian integral dari sistem perkawinan adat yang tidak hanya bermakna simbolik sebagai bentuk penghormatan, melainkan juga mencerminkan relasi sosial dan identitas budaya. Di sisi lain, praktik ini mengandung dimensi ekonomi signifikan karena melibatkan mobilisasi sumber daya bernilai tinggi, yang memicu pertanyaan terkait dampaknya terhadap stabilitas ekonomi keluarga berpendapatan terbatas di era modern.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori dan metode survei cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 rumah tangga yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis dengan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, serta analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,795. Analisis regresi menghasilkan persamaan $Y = 30,226 + 0,530X$ dengan nilai signifikansi 0,000, membuktikan bahwa tingkat belis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kondisi ekonomi rumah tangga. Temuan ini mengonfirmasi bahwa semakin tinggi tingkat belis, semakin besar dinamika ekonomi yang terjadi, baik dalam strategi pembiayaan bersama keluarga besar maupun penyesuaian konsumsi pascapernikahan. Penelitian ini berkontribusi pada kajian ekonomi budaya dengan menegaskan bahwa institusi adat memiliki implikasi nyata terhadap struktur ekonomi masyarakat lokal di Indonesia Timur.
Copyrights © 2026