Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan empiris yang menunjukkan ketidaksesuaian antara teori dan kondisi aktual terkait pengaruh kemiskinan, pengangguran, dan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan selama periode 2014–2023. Permasalahan penelitian difokuskan pada pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji pengaruh kemiskinan, pengangguran, dan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif di bidang ekonomi yang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tapanuli Selatan dengan teknik sampling jenuh dan jumlah observasi sebanyak 10 data. Metode analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis koefisien determinasi (R²), uji t, uji F, serta analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews. Hasil uji t menunjukkan bahwa kemiskinan memiliki koefisien regresi sebesar 0,169332 yang menunjukkan arah hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengangguran berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,181593. Sementara itu, angkatan kerja berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,903529. Hasil uji F menunjukkan bahwa kemiskinan, pengangguran, dan angkatan kerja secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,647007 menunjukkan bahwa 64,70% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026