Abstrak ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi dalam membangun hubungan bonding antara ibu bekerja dan anak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada keterbatasan waktu kebersamaan yang dimiliki ibu bekerja, yang berpotensi mempengaruhi kualitas hubungan emosional dengan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 15 ibu bekerja sebagai informan dalam penelitian. Focus penelitian meliputi perilaku anak yang menunjukkan kurang bonding dengan ibu bekerja, kendala komunikasi akibat keterbatasan waktu Bersama di rumah, serta strategi komunikasi yang diterapkan ibu bekerja dalam mempertahankan bonding dengan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang bonding dengan ibu bekerja cenderung menunjukkan perilaku tertutup, minim ekspresi emosional dan rendahnya inisiatif dalam berkomunikasi. Kendala komunikasi yang ditemukan meliputi keterbatasan interaksi tatap muka, kelalahan fisik dan emosional ibu, serta perbedaan ritme aktivitas antara ibu dan anak. Untuk mengatasi kendala tersebut, ibu bekerja menerapkan strategi komunikasi efektif seperti menjaga keterbukaan, menunjukkan empati, mengutamakan kualitas komunikasi dibandingkan kuantitas waktu, serta memanfaatkan media komunikasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat hubungan bonding antara ibu bekerja dengan anak meskipun ditengah keterbatasan waktu yang dimiliki.
Copyrights © 2026