Saham perbankan merupakan salah satu objek investasi yang banyak diminati investor karena sektor perbankan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan stabilitas pasar keuangan. Meskipun demikian, saham perbankan tetap memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh perubahan suku bunga, kinerja keuangan perusahaan, sentimen pasar, dan kondisi makroekonomi. Oleh karena itu, investor perlu menerapkan strategi portofolio yang tepat agar mampu mengelola risiko dan return secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan strategi diversifikasi dan optimasi portofolio dalam pengelolaan risiko dan return pada saham perbankan di pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa harga penutupan bulanan saham perbankan yang dipilih sebagai sampel penelitian. Strategi diversifikasi dilakukan dengan membagi bobot investasi secara merata pada setiap saham. Sementara itu, strategi optimasi portofolio menggunakan Model Markowitz dengan mempertimbangkan expected return, varians, standar deviasi, kovarians, dan korelasi antar saham. Kinerja portofolio diukur melalui expected return, risiko portofolio, dan rasio Sharpe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimasi portofolio memberikan kinerja investasi yang lebih baik dibandingkan diversifikasi sederhana karena mampu menghasilkan kombinasi risiko dan return yang lebih efisien. Namun, diversifikasi tetap bermanfaat sebagai strategi dasar untuk mengurangi risiko tidak sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi portofolio berbasis Model Markowitz lebih efektif dalam meningkatkan kinerja portofolio saham perbankan di pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026