Penjadwalan proses merupakan salah satu aspek penting dalam sistem operasi karena berfungsi mengatur urutan eksekusi proses pada CPU agar sumber daya komputasi dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja tiga algoritma penjadwalan proses, yaitu Round Robin, Priority Scheduling, dan Multilevel Queue, melalui pendekatan simulasi berbasis Python. Evaluasi dilakukan pada tiga skenario beban kerja, yaitu beban kerja seimbang, dominasi proses berprioritas tinggi, dan variasi burst time yang signifikan. Setiap skenario diuji menggunakan sejumlah proses dengan atribut arrival time, burst time, prioritas, dan level antrian. Parameter kinerja yang dianalisis meliputi rata-rata turnaround time, waiting time, response time, throughput, serta utilisasi CPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Priority Scheduling memiliki performa paling efisien dalam menurunkan turnaround time dan waiting time karena proses dengan prioritas tinggi dieksekusi lebih awal. Sebaliknya, Round Robin unggul pada aspek response time karena mekanisme time quantum mampu memberikan kesempatan eksekusi awal secara lebih merata kepada setiap proses. Sementara itu, Multilevel Queue menunjukkan kinerja yang relatif seimbang karena membagi proses ke dalam beberapa antrian berdasarkan karakteristiknya, sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan efisiensi dan keadilan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat satu algoritma yang paling optimal untuk seluruh kondisi. Pemilihan algoritma penjadwalan harus disesuaikan dengan karakteristik beban kerja, kebutuhan sistem, serta prioritas proses yang dijalankan secara keseluruhan.
Copyrights © 2026