Dinasti Abbasiyah merupakan salah satu dinasti Islam yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan peradaban dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah melalui kajian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen sejarah yang relevan dengan perkembangan Dinasti Abbasiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Dinasti Abbasiyah berhasil menciptakan sistem pemerintahan yang lebih terstruktur dibandingkan periode sebelumnya melalui penguatan birokrasi dan administrasi negara. Selain itu, Baghdad berkembang menjadi pusat peradaban Islam sekaligus pusat perdagangan internasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan interaksi antarbangsa. Kemajuan terbesar terjadi dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan yang ditandai dengan berdirinya Baitul Hikmah sebagai pusat penerjemahan, penelitian, dan pengembangan ilmu. Perkembangan tersebut melahirkan banyak ilmuwan terkemuka yang memberikan kontribusi penting dalam bidang matematika, kedokteran, filsafat, astronomi, dan kimia. Warisan intelektual yang dihasilkan tidak hanya memengaruhi dunia Islam, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Meskipun pada akhirnya mengalami kemunduran akibat konflik internal dan serangan Mongol pada tahun 1258 M, Dinasti Abbasiyah tetap meninggalkan warisan peradaban yang berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dunia hingga masa modern.
Copyrights © 2026