Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, kinerja keuangan, ketidakpastian lingkungan, pertumbuhan penjualan, dan intensitas aset tetap terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh 27 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian dengan periode pengamatan selama lima tahun, menghasilkan 135 objek pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap tax avoidance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, ketidakpastian lingkungan, pertumbuhan penjualan, dan intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Sementara itu, kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik tax avoidance pada perusahaan sektor barang konsumen primer lebih dipengaruhi oleh kondisi kinerja keuangan perusahaan dibandingkan dengan faktor kepemilikan institusional, ketidakpastian lingkungan, pertumbuhan penjualan, dan intensitas aset tetap. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu memperhatikan aspek kinerja keuangan dalam pengelolaan kewajiban perpajakan, sedangkan bagi regulator hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pengawasan perpajakan yang lebih efektif.
Copyrights © 2026