Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 1994–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan sumber resmi lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara simultan, inflasi, suku bunga, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,921, yang berarti 92,1% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh variabel inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan jumlah uang beredar, sedangkan 7,9% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan otoritas moneter dalam merumuskan kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Copyrights © 2026