Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep IPA siswa Sekolah Dasar (SD) mengenai proses fotosintesis melalui kegiatan praktikum berbantuan media Hydrilla verticillata. Rendahnya pemahaman siswa SD terhadap konsep abstrak seperti fotosintesis mendorong perlunya inovasi pendekatan pembelajaran berbasis hands-on yang kontekstual dan mudah diamati. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk melihat bagaimana siswa memahami hubungan antara variabel lingkungan dengan aktivitas fotosintesis secara langsung. Praktikum dilakukan dengan melibatkan siswa dalam pengamatan empat kondisi lingkungan: (1) cahaya tanpa NaHCO₃, (2) cahaya dengan NaHCO₃, (3) tanpa cahaya tanpa NaHCO₃, dan (4) tanpa cahaya dengan NaHCO₃. Pengamatan dilakukan secara berkala selama lima interval waktu, dan laju fotosintesis dinilai berdasarkan ada tidaknya gelembung oksigen serta kondisi fisik tanaman secara visual. Hasil menunjukkan bahwa hanya kombinasi cahaya matahari langsung dengan penambahan NaHCO₃ yang menghasilkan aktivitas fotosintesis terdeteksi secara visual, ditandai dengan munculnya gelembung oksigen secara progresif dari interval menengah hingga menengah-akhir. Kondisi tanpa cahaya, baik dengan maupun tanpa NaHCO₃, tidak mampu menghasilkan fotosintesis sejati. Gelembung yang muncul pada kondisi tanpa cahaya dengan NaHCO₃ diidentifikasi sebagai fenomena fisikokimia bukan biologis. Penelitian ini menegaskan bahwa cahaya merupakan faktor determinan utama fotosintesis, sedangkan CO₂ berperan sebagai faktor akselerator yang mengoptimalkan laju proses tersebut. Implikasi praktis penelitian ini mendukung penggunaan Hydrilla verticillata sebagai media praktikum IPA yang efektif, murah, dan mudah diakses di sekolah dasar.
Copyrights © 2026