Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengenai perkembangbiakan vegetatif tanaman melalui metode praktik mencangkok pada tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.). Mencangkok merupakan teknik perbanyakan vegetatif buatan yang bekerja dengan prinsip merangsang pertumbuhan akar adventif pada batang yang masih melekat pada tanaman induk, kemudian setelah berakar dipotong dan ditanam sebagai individu baru. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengamatan lapangan selama 20 hari, dimulai pada 20 Maret hingga 2 April, dengan frekuensi pengamatan setiap 5-7 hari sekali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan akar, kondisi media cangkok, dan kondisi daun pada cabang yang dicangkok. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan signifikan pada tanaman cangkok selama masa pengamatan, baik dari segi pertumbuhan akar adventif, kondisi kelembapan media, maupun kesegaran daun. Kegagalan proses pencangkokan ini diduga disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu kurangnya kelembapan media cangkok yang tidak terjaga secara konsisten, ketidaksempurnaan teknik pengupasan kulit batang dan pembersihan kambium, pemilihan cabang yang kurang tepat, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung seperti suhu dan kelembapan udara yang tidak optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pencangkokan sangat dipengaruhi oleh faktor teknis dan lingkungan, serta pemahaman konsep yang kuat sangat diperlukan sebelum pelaksanaan praktik. Meskipun hasil biologis belum optimal, metode praktik langsung terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui proses identifikasi dan analisis penyebab kegagalan.
Copyrights © 2026