Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komunitas Pondok Pena dalam pengajaran sastra di kalangan santri Pesma An Najah Purwokerto, meliputi praktik pembelajaran, strategi yang diterapkan, serta dampaknya terhadap penguatan literasi, kreativitas, dakwah kultural, dan kesadaran kritis santri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 10 informan yang terdiri atas pendiri, ketua, dan anggota aktif komunitas, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Pondok Pena berfungsi sebagai ruang pembelajaran sastra nonformal yang partisipatif, dialogis, dan berbasis praktik melalui kegiatan diskusi karya, pelatihan menulis, publikasi, serta kolaborasi literasi. Keberadaan komunitas mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, mengembangkan kreativitas, membentuk budaya literasi yang berkelanjutan, serta menumbuhkan kemampuan berpikir reflektif dan kesadaran kritis santri. Selain itu, karya sastra yang dihasilkan menjadi media dakwah kultural yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara humanis, komunikatif, dan kontekstual. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Pondok Pena memiliki peran strategis sebagai media pengajaran sastra berbasis komunitas yang tidak hanya meningkatkan kompetensi literasi dan kepenulisan santri, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat kesadaran sosial, serta mendukung transformasi pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Copyrights © 2026