Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Daarul Huda Li Tahfidhil Qur'an Gondanglegi Wetan dalam upaya menjaga kualitas hafalan santri. Meskipun jumlah pesantren tahfidz di Indonesia terus meningkat, yang mencapai lebih dari 14.000 lembaga berdasarkan data Kemenag RI (2023), peningkatan kuantitas tersebut belum selalu diiringi oleh standar kualitas hafalan yang memadai. Celah penelitian yang ada terletak pada belum adanya kajian yang menganalisis secara holistik integrasi keempat fungsi POAC dalam manajemen kurikulum tahfidz di satu lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP Daarul Huda menerapkan manajemen kurikulum tahfidz berbasis fungsi POAC secara terpadu: (1) Planning berbasis filosofi Al-Itqan qobla al-Kasrah dengan tiga indikator mutu; (2) Organizing melalui struktur halaqah berjenjang berstandar syahadah; (3) Actuating melalui sistem pajak hafalan rasio 1:3; dan (4) Controlling melalui Sema'an Jum'at yang terbagi atas halaqah 30 juz bagi yang telah khatam dan hafalan biasa bagi yang belum, ujian bulanan, dan ujian final publik 30 juz. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integrasi POAC yang disertai dimensi spiritualitas sebagai variabel manajerial yang selama ini diabaikan penelitian terdahulu.
Copyrights © 2026