Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
Vol. 7 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period

Hubungan Ventilasi, Pencahayaan, Kelembapan Rumah, dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lebak Wangi Kabupaten Serang

Sari Suriani (Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Faletehan, Serang, Indonesia)
Elis Aryati (Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Faletehan, Serang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2026

Abstract

Kesehatan masyarakat sebagian besar ditentukan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar balita mengalami ISPA (66.0%), hampir sebagian besar rumah memiliki ventilasi yang memenuhi syarat kesehatan (52.6%), pencahayaan yang memenuhi syarat kesehatan (56.7%), dan kelembaban yang memenuhi syarat kesehatan (68.0%). Selain itu, hampir sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan ISPA yang baik (50.5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ventilasi (p = 0.008), pencahayaan (p = 0.038), kelembaban (p = 0.005), dan perilaku pencegahan (p = 0.012) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan yang meliputi ventilasi, pencahayaan, dan kelembaban rumah serta perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita.

Copyrights © 2026