Sari Suriani
Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Faletehan, Serang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Ventilasi, Pencahayaan, Kelembapan Rumah, dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lebak Wangi Kabupaten Serang Sari Suriani; Elis Aryati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 7 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v7i1.329

Abstract

Kesehatan masyarakat sebagian besar ditentukan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar balita mengalami ISPA (66.0%), hampir sebagian besar rumah memiliki ventilasi yang memenuhi syarat kesehatan (52.6%), pencahayaan yang memenuhi syarat kesehatan (56.7%), dan kelembaban yang memenuhi syarat kesehatan (68.0%). Selain itu, hampir sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan ISPA yang baik (50.5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ventilasi (p = 0.008), pencahayaan (p = 0.038), kelembaban (p = 0.005), dan perilaku pencegahan (p = 0.012) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan yang meliputi ventilasi, pencahayaan, dan kelembaban rumah serta perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita.
Analisis Kejadian Diare pada Balita Sari Suriani; Firda Ayu Azzahra
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.104

Abstract

Meskipun diare merupakan penyebab utama kematian pada balita dan kasusnya terus meningkat setiap tahun, khususnya di Kabupaten Lebak dan Desa Sanganmanik, namun masih belum banyak penelitian yang membahas secara khusus penyebab tingginya kasus diare di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, perilaku cuci tangan pakai sabun dan pengamanan limbah cair rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Desa Sanganmanik Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 233 balita, dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 106 balita. Variabel yang diteliti meliputi faktor lingkungan, kebiasaan hidup bersih ibu, dan akses air bersih sebagai variabel bebas, serta kejadian diare pada balita sebagai variabel terikat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian dengan analisis univariat menunjukan sebanyak 59.4% balita sakit diare, 42.5% pengetahuan ibu kurang baik, 69.8% perilaku cuci tangan pakai sabun kurang baik, 82.1% pengamanan limbah cair rumah tangga yang kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukan pengetahuan ibu (P value = 0.000), perilaku cuci tangan pakai sabun (P value = 0.000), dan pengamanan limbah cair rumah tangga (P value = 0.000) berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian diare pada balita di Desa Sanganmanik secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan ibu, perilaku cuci tangan pakai sabun, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.