Abad ke-20 ditandai dengan munculnya politik pendidikan kolonial Hindia Belanda yang bertujuan untuk mempertahankan struktur sosial melalui sistem persekolahan yang bersifat dualistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara politik pendidikan Hindia Belanda dan transformasi serta ekspansi sekolah dasar Muhammadiyah pada periode 1911-1942. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah intelektual. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer berupa arsip Soeara Moehammadijah, dokumen pendidikan kolonial (Verslag), dan berbagai publikasi sezaman, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan karya historiografi yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan kolonial menciptakan stratifikasi sosial melalui diferensiasi akses pendidikan. Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah merespons dengan mengembangkan model pendidikan dasar modern yang berakar pada Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI) yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1911. MIDI kemudian menjadi fondasi filosofis dan kelembagaan bagi perkembangan Standard School Muhammadiyah, HIS Muhammadiyah, dan Schakelschool Muhammadiyah yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa ekspansi sekolah dasar Muhammadiyah merupakan strategi sosial untuk memperluas akses pendidikan pribumi dan mempertahankan otonomi pendidikan Islam di tengah intervensi regulatif pemerintah kolonial.
Copyrights © 2025