Maraknya konten digital Anomali AI (Artificial Intelligence) meresahkan masyarakat sehingga perlu dilakukan literasi digital terkait konten maupun dampak paparannya terhadap risiko Brain Rot. Kegiatan edukasi sekaligus memperingati Hari Anak Nasional 2025 ini diikuti oleh 20 orang tua, 10 guru TK, dan 29 anak (usia 3-5 tahun). Metode edukasi meliputi: penyuluhan interaktif, pelatihan partisipasi, diskusi dan analisis konten. Sebelum dan setelah kegiatan juga dilakukan tes untuk evaluasi tingkat pencapaian literasi digital peserta. Secara terpisah, bagi anak dilakukan simulasi konten Anomali AI yang berbahaya dan alternatif kegiatan: mendengarkan dongeng dan lomba mewarnai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: 58% peserta mengetahui bahaya konten anomali AI saat tes awal dan kemudian mencapai 94% saat tes akhir. Akhirnya, guru dan orang tua dapat mengenali elemen anomali pada konten digital AI serta berkomitmen melakukan pendampingan anak, termasuk pembatasan durasi menonton dan pemilihan konten edukatif yang sehat. Kesinambungan program literasi digital ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi praktik pendampingan anak usia dini oleh orang tua dan guru, atau melaksanakan program literasi yang sama namun dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Copyrights © 2026