Aren merupakan tanaman potensial yang hampir tumbuh diseluruh pulau di Indonesia. Meskipun peluang agroindustri gula aren sebagai substitusi gula pasir terbuka lebar, namun pengembangannya masih terhambat oleh kompleksitas tantangan seperti keterbatasan SDM, peralatan yang tidak memadai, cuaca ekstrem, serta kualitas bahan baku yang berisiko menghambat proses produksi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi agroindustri gula aren di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Andaleh Baruh Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Pemilihan tempat penelitian ini ditentukan dengan secara sengaja (Purposive) mempertimbangkan bahwa Kabupaten ini merupakan salah satu sentra produksi penghasil aren terbesar di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisa deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pengrajin gula aren. Data dianalisis dengan kualitatif untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang terjadi pada agroindustri gula aren menggunakan diagram tulang ikan. Hasilnya teridentifikasi 36 penyebab risiko yang dikelompokkan ke dalam empat kategori: sumber daya manusia, bahan baku, peralatan dan alam. Risiko dominan meliputi penurunan/kerusakan kualitas nira serta ketidakstabilan ketersediaan, kegagalan peralatan, serta faktor manusia, disertai gangguan hama/satwa liar dan angin kencang. Implikasi praktisnya, temuan ini menyediakan dasar prioritisasi mitigasi risiko melalui penyusunan SOP sanitasi dan penutupan tabung nira, pemeliharaan/penggantian peralatan, pelatihan teknik dan penjadwalan penyadapan, serta dukungan kelembagaan (akses peralatan dan informasi cuaca) guna menstabilkan pasokan, menjaga mutu, dan memperkuat keberlanjutan usaha pengrajin gula aren di daerah penelitian.
Copyrights © 2026