Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pemasok beras utama di Asia Tenggara. Namun demikian, tren penurunan produksi domestik yang disertai peningkatan impor menunjukkan adanya tantangan struktural dalam sektor pertanian. Upaya modernisasi melalui digitalisasi pertanian, termasuk penggunaan drone sprayer belum diadopsi secara luas oleh petani kecil. Pendekatan Interpretive Structural Modelling (ISM) dilakukan untuk menganalisis hambatan adopsi drone sprayer di kalangan petani Desa Jatimulya Subang. Hasil menunjukkan bahwa biaya, persepsi, kapabilitas teknis, dukungan institusional, dan faktor demografis merupakan penghambat utama, dengan akar masalah pada lemahnya dukungan institusional dan kendala demografis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan peran institusi melalui edukasi, pelatihan, literasi, serta regenerasi petani guna mempercepat adopsi teknologi. Studi ini menghasilkan model sistemik sebagai dasar perumusan strategi intervensi yang lebih efektif di sektor pertanian.
Copyrights © 2026