Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun Tumut erat kaitannya dengan buruknya pengelolaan sampah rumah tangga akibat beban retribusi, sehingga warga memilih membakar sampah yang justru menyisakan barang bekas sebagai wadah perindukan nyamuk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mengedukasi warga terkait pengolahan sampah mandiri menggunakan metode Ecobrick dan Losida (Lodong Sisa Dapur) guna menekan kasus DBD. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui tahap survei identifikasi masalah, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan dan pelatihan intensif bagi kader, serta pendampingan langsung. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader yang sangat signifikan secara keseluruhan (p=0,001). Peningkatan kognitif tertinggi dan paling bermakna terjadi pada pemahaman materi teknologi inovatif Losida (p=0,003) dan Ecobrick (p=0,014). Meskipun demikian, aspek psikomotorik terkait kesediaan warga untuk segera mempraktikkan pengolahan sampah mandiri belum menunjukkan perubahan signifikan (p>0,05), mengingat transisi dari pengetahuan menuju tindakan nyata membutuhkan proses dan pembiasaan. Disimpulkan bahwa pelatihan kader terbukti sangat efektif dalam meningkatkan penguasaan materi inovasi sanitasi lingkungan, di mana kemandirian warga dalam mengelola limbah rumah tangga merupakan kunci utama memutus mata rantai penularan DBD secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026