Anak dengan cerebral palsy (ACP) sering mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama karies. Gerakan involunter pada ACP menjadi tantangan keselamatan dalam praktik kedokteran gigi. Seorang ACP usia 13 tahun tipe diskinetik athetoid kuadriplegia datang ke Special Care Dentistry Center RSGM Unpad dengan karies gigi anterior rahang bawah, gigi 14, dan persistensi gigi 83. Perawatan konvensional maupun sedasi inhalasi tidak memungkinkan akibat gerakan involunter. Sedasi intravena sadar (CIVS) dipilih atas persetujuan orang tua. Instruksi praoperatif meliputi puasa makan 6 jam dan cairan jernih hingga 2 jam sebelum tindakan. Sedasi diinduksi dengan model TCI Paedfusor, target konsentrasi plasma (Cp) Propofol 3,0 ?g/ml/jam, bolus Fentanyl 0,01 mg/ml untuk analgesia, serta bolus atropin sulfa 0,5 mg/mL untuk mengurangi hipersalivasi. Oksigen diberikan 3 L/menit melalui kanul nasal. Perawatan dimulai setelah tanda vital stabil dan Cp tercapai. Selama prosedur tidak terdapat gerakan involunter dan saturasi oksigen stabil pada rentang 99–100%. Propofol dihentikan setelah tindakan selesai; pasien dipulangkan setelah memenuhi kriteria Modified Ramsay Sedation Scale skor 1. Protokol CIVS-TCI terbukti aman dan efektif sebagai alternatif anestesi umum pada ACP dengan keterbatasan motorik berat, dengan risiko depresi napas yang dapat dikontrol melalui titrasi Propofol yang presisi
Copyrights © 2026