Kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sangat ditentukan oleh penguasaan kompetensi hard skills dan soft skills, termasuk kemampuan berbahasa Inggris untuk keperluan spesifik industri. Permasalahan utama yang dihadapi oleh siswa kelas 3 jurusan Perbankan dan Keuangan Mikro di SMK PERGIS YAPKI MAROS adalah rendahnya kepercayaan diri dan keterbatasan kosakata teknis saat menghadapi simulasi wawancara kerja dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikatif siswa melalui pelatihan intensif English for Specific Purposes yang difokuskan pada konteks perbankan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning yang melibatkan 20 orang siswa sebagai subjek kegiatan, dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 25 Mei 2026. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyampaian materi interaktif, simulasi role-play wawancara kerja, dan evaluasi komprehensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek motivasi dan kemampuan praktis siswa. Data pre-test dan post-test menunjukkan kenaikan rata-rata skor kemampuan berbicara sebesar 35%, serta peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan istilah teknis perbankan seperti customer service, transaction, dan loan application. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis konteks industri efektif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi bahasa Inggris siswa SMK dengan tuntutan dunia kerja.
Copyrights © 2026