Nadia Omara adalah konten kreator yang dikenal dengan teknik storytelling horor yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh gaya komunikasi storytelling Nadia Omara terhadap minat menonton audiens pada konten Kisah Horor Wawak di YouTube. Penelitian ini menggunakan Narrative Paradigm Theory dari Walter Fisher (1987) yang menekankan bahwa kekuatan narasi yang koheren dan bermakna mampu membentuk keterlibatan, kepercayaan, serta respons audiens terhadap suatu pesan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif untuk menjelaskan hubungan antarvariabel secara terukur. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert kepada 100 responden. Data penelitian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji linearitas, analisis regresi linear sederhana, uji ANOVA, dan uji t dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel serta hubungan antara variabel gaya komunikasi storytelling dan minat menonton bersifat linear. Secara empiris, gaya komunikasi storytelling Nadia Omara terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menonton audiens. Pengaruh tersebut tercermin melalui peningkatan frekuensi dan intensitas menonton, partisipasi aktif dalam kolom komentar, serta kecenderungan audiens untuk merekomendasikan konten kepada orang lain. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi storytelling memiliki peran penting dalam membangun keterlibatan antara konten kreator dan audiens di era media digital. Narasi yang terstruktur, logis, dan mampu menggugah emosi terbukti dapat meningkatkan minat menonton audiens terhadap konten YouTube.
Copyrights © 2026