Fenomena tari tradisional yang semakin terancam punah, menjadi pendorong utama dalam penelitian ini. Menurunnya minat generasi muda terhadap tari tradisional disebabkan oleh ketertarikan yang lebih besar pada tari modern yang dianggap lebih mengikuti tren saat ini. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi digital, khususnya platform media sosial seperti TikTok dapat dipergunakan untuk menyebarkan konten budaya termasuk tari tradisional secara cepat dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana konten tari di media sosial TikTok dapat memengaruhi sikap generasi Z supaya sadar akan pelestarian tari tradisional. Penelitian ini dilandaskan pada Teori Uses and Effects dan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan teknik survei. Terdapat 100 responden generasi Z yang tinggal di Kabupaten Tegal diberikan kuesioner untuk diisi guna mengumpulkan data penelitian ini. Aplikasi SPSS versi 27 kemudian dipergunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dan hubungan yang searah antara konten tari di TikTok terhadap kesadaran generasi Z di Kabupaten Tegal tentang pelestarian tari tradisional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial khususnya TikTok memiliki potensi sebagai sarana yang efektif dalam mendukung upaya pelestarian budaya salah satunya tari tradisional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pendidik, konten kreator, seniman, serta lembaga kebudayaan dapat memanfaatkan TikTok sebagai edukasi dan promosi budaya khususnya tari tradisional dengan cara lebih menarik serta sesuai dengan karakteristik generasi Z. Namun, upaya tersebut akan lebih optimal jika didukung oleh faktor eksternal yang relevan, seperti pendidikan seni budaya, pengaruh dari lingkungan sosial, serta pengalaman budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun komunitas sanggar seni.
Copyrights © 2026