Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PILKADA BEREBES TAHUN 2017 (Studi Komunikasi Politik Tentang Perilaku Pemilih di Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes) diryo suparto; Sarwo Edy
PRoMEDIA Vol 4, No 2 (2018): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.505 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v4i2.1256

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum kepala daerah merupakan suatu tindakan memilih pemimpin yang dapat memimpin dengan baik daerahnya. Kecenderungan untuk memilih salah satu kandidat dalam pemilihan umum kepala daerah terbentuk oleh suatu perilaku pemilih yang telah dibentuk dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat Kecamatan Songgom dalam agenda pemilihan umum diKabupaten Brebes. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif.Kata kunci: pemilihan umum kepala daerah, partisipasi masyarakat, perilaku pemilih
ANALISIS SEBARAN HOAKS PADA FACEBOOK PERIHAL INFO SEPUTAR COVID-19 Sarwo Edy; Ike Desi Florina
JURNAL SIGNAL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.996 KB) | DOI: 10.33603/signal.v9i2.6290

Abstract

Kondisi pandemic yang baru dirasakan oleh masyarakat Indonesia diawal tahun 2020 yang lalu membuat perubahan tatanan kehidupan yang cukup signifikan. Masyarakat yang masih kurang dalam literasi Covid-19 sangat rentang sekali terhadap beritata borong (hoax) yang masih tersebar di media social terutama facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pola penyebaran hoaks di Facebook perihal informasi covid-19. Penelitian ini menggunakan teori Computer Mediated Communication (CMC) dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasilnya mengungkapkan informasi hoaks covid-19 pertama muncul di Facebook pada tanggal 26 Januari 2020, kemudian Facebook menjadi platform tertinggi dalam penyebaran hoaks (3.463 isu) yang dipercayai masyarakat sehingga salah satu sebab terhambatnya penanganan pandemic di Indonesia. Sedangkan dari analisis model Interactivity CMC dengan empat point utama (user, medium, message, dan communication setting), ditemukan bahwa user memiliki motif yang beragam dalam melakukan penyebaran hoaks, yakni melalui jenis hoaks yang disebarkannya. Pada medium, karakter Facebook yang tidak memerlukan banyak kuota memudahkan dalam mengaksesnya, serta fitur share yang memudahkan berbagi informasi, termasuk hoaks mengenai covid-19. Dari sisi message, pesan yang disebarluaskan oleh Facebook memiliki dampak atau pengaruh yang cukup signifikan terhadap pembentukan persepsi hingga opini public. Terakhir dari sisi comunication setting adalah Facebook dengan penawaran fiturnya menarik perhatian pengguna, link Facebook dengan media sosial lainnya seperti Instagram membuat semakin massifnya penyebaran informasi hoaks termasuk mengenai pandemic Covid-19.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOMUNIKASI STRATEGIS SEBAGAI UPAYA PENGABDIAN MASYARAKAT KELURAHAN MINTARAGEN KOTA TEGAL Inas Sany Muyassaroh; Sarwo Edy; Ike Desi Florina; Didi Permadi; Oemi Hartati; Diryo Suparto; Erny Rosyanti
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 17 (2023): Majalah Ilmiah Inspiratif Juli 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi strategis merupakan salah satu konsentrasi yang berada di Ilmu Komunikasi UPS. Pengabdian kali ini adalah bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa komunikasi strategis semester 5. Adanya kegiatan ini merupakan pegaplikasian dari pembelajaran yang telah dipelajari dari mata kuliah Digital Marketing dan Integreated Marketing Communication. Implementasi pembelajaran yang menjadi upaya pengabdian masyarakat Kelurahan Mintaragen bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Masyarakat Kelurahan Mintaragen yang lokasinya berdekatan dengan kampus UPS ini banyak memiliki mata pencaharian sebagai wirausaha. Usaha yang tergolong UMKM ini cukup beragam, mulai dari kuliner, nelayan, usaha sembako, laundry dan lainnya. Namun usaha yang dilakukan oleh masyarakat Mintaragen masih menggunakan cara konvensional. Untuk itu dalam pengabdian ini kami membuat kegiatan seminar yang dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Target yang dicapai dalam pengabdian ini (1) mahasiswa mengimplementasikan pembelajarannya melalui presentasi (2) mahasiswa mengimplementasikan pembelajarannya melalui bazar dan pameran produk (3) melatih masyarakat dalam komunikasi pemasaran online. Tahapan kegiatan yang dilakukan (1) persiapan (2) pendampingan mahasiswa (3)  seminar (4) presentasi mahasiswa ke masyarakat (5) bazar dan pameran produk. Kata Kunci : Digital Marketing, Integreated Marketing Communication, UMKM  Strategic communication is one of the concentrations in UPS Communication Studies. The service this time is a form of collaboration between lecturers and strategic communication students in semester 5. The existence of this activity is the application of the lessons that have been learned from Digital Marketing and Integrated Marketing Communication courses. Implementation of learning which is an effort of community service in Mintaragen Village aims to help the community in developing their business. The people of Mintaragen Village, which is located close to the UPS campus, have many livelihoods as entrepreneurs. Businesses that are classified as UMKM are quite diverse, ranging from culinary, fishing, basic food businesses, laundry and others. However, the efforts made by the Mintaragen community still use conventional methods. For this reason, in this service we make seminar activities that can help the community in developing their business. The targets achieved in this service are (1) students implement their learning through presentations (2) students implement their learning through bazaars and product exhibitions (3) train the public in online marketing communications. The stages of the activities carried out are (1) preparation (2) student assistance (3) seminars (4) student presentations to the community (5) bazaars and product exhibitions.Keywords: Digital Marketing, Integrated Marketing Communication, UMKM
Pengaruh Intensitas Mengakses Akun Komunikasi Dakwah Di Instagram Terhadap Perilaku Imitatif Mahasiswa FISIP Universitas Pancasakti Tegal Gatha Daffa Wichaksana; Sarwo Edy; Didi Permadi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i1.3164

Abstract

This research aims to find out how the intensity of using da'wah communication accounts on Instagram has an impact on the imitative behavior of students at the Faculty of Social and Political Sciences, Pancaskti Tegal University consisting of 608 students, researchers will adopt a research sample of 86 students. This research uses quantitative methods by distributing questionnaires via Google-forms and observation. Then, samples were taken by calculating proportional probability using the stratified random-sampling method. Data was collected using a Likert questionnaire to measure the intensity of access to da'wah communication accounts on Instagram and student imitative behavior through five tests, namely the validity test.instrument, reliability test, normality test, coefficient of determination test (R Square), and Pearson product moment test. The research results show that the working hypothesis is accepted, showing a significant relationship between da'wah communication accounts on Instagram and the imitative behavior of FISIP UPS Tegal students. Apart from that, there is a significant correlation between the intensity of access to da'wah communication accounts on Instagram and the imitative behavior of FISIP UPS Tegal students, with a coefficient of 72.7%.
Pengaruh Daya Tarik Artis Korea Selatan Sebagai Brand Ambassador Produk Lokal Scarlett Terhadap Minat Beli Konsumen Perempuan Di Kabupaten Tegal Aris Tanty Selviani; Didi Permadi; Sarwo Edy
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.8692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik artis Korea Selatan sebagai brand ambassador terhadap minat beli konsumen perempuan pada produk lokal Scarlett di Kabupaten Tegal. Fenomena Korean Wave telah memengaruhi preferensi konsumen, khususnya perempuan muda, dalam memilih produk kecantikan yang diasosiasikan dengan idola Korea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 150 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui SPSS. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen memenuhi kriteria valid dan reliabel. Uji asumsi klasik (normalitas, linearitas, dan homoskedastisitas) juga terpenuhi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa daya tarik dan peran brand ambassador Korea berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat beli (koefisien regresi = 0,598; R² = 0,532; sig. = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa selebriti Korea memiliki pengaruh emosional yang kuat terhadap keputusan pembelian konsumen lokal. Strategi pemasaran melalui brand ambassador Korea dapat menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan penetrasi pasar produk lokal, khususnya dalam industri kosmetik.
Pengaruh Penggunaan Game Online Mobile Legends terhadap Perubahan Perilaku Sosial Remaja di Kabupaten Tegal Deka Idhar Anugrah; Sarwo Edy; Inas Sany Muyassaroh
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3759

Abstract

This study is motivated by the growing popularity of Mobile Legends  among adolescents, which may influence their social behavior. The purpose of this study is to examine the effect of  online game usage on changes in adolescents’ social behavior in Lebeteng Village, Tarub District, Tegal Regency where phenomena such as juvenile delinquency and the misuse of social media have emerged in relation to the game. This research employed a descriptive quantitative approach using $S-$R. Data were collected through Likert scale questionnaires distributed to 232 adolescents and analyzed using simple linear regression. The normality test indicated that the data were normally distributed, meeting the assumptions for parametric analysis. The results indicate a significant effect of  usage on changes in adolescents’ social behavior, showing a strong and positive relationship. These findings suggest that higher intensity of online game usage is associated with greater changes in social behavior. The study concludes that  functions as a stimulus that directly shapes adolescents’ social behavior responses, highlighting the importance of managing online game usage to maintain healthy social interactions.Penelitian ini dilatarbelakangi dari tingginya minat remaja terhadap game online Mobile Legends yang diduga berdampak pada perilaku sosial mereka. Studi ini bertujuan menguji seberapa besar pengaruh penggunaan Mobile Legends terhadap perubahan perilaku sosial remaja di Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal yang memiliki fenomena kenakalan remaha dan penyalahgunaan media akibat dari Mobile Legends. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan landasan teori S R sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada 232 remaja, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga layak dianalisis secara parametrik. Temuan penelitian membuktikan adanya pengaruh signifikan antara intensitas bermain Mobile Legends dan perubahan perilaku sosial dengan hubungan yang kuat serta searah dengan nilai R Square sebesar 0.832 hal ini atau 83,2% perubahan sosial remaja dipengaruhi oleh Mobile Legends. Artinya, semakin sering remaja bermain, semakin besar kecenderungan perubahan perilaku sosial yang muncul. Penelitian ini menegaskan bahwa Mobile Legends berfungsi sebagai stimulus yang memicu respons perilaku sosial remaja, sehingga penggunaan game perlu dikendalikan agar tidak mengganggu interaksi sosial dalam kehidupan sehari hari. 
Pengaruh Konten Tari di TikTok terhadap Kesadaran Pelestarian Tari Tradisional pada Generasi Z Maulina Azahra; Sarwo Edy; Ike Desi Florina
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4531

Abstract

Fenomena tari tradisional yang semakin terancam punah, menjadi pendorong utama dalam penelitian ini. Menurunnya minat generasi muda terhadap tari tradisional disebabkan oleh ketertarikan yang lebih besar pada tari modern yang dianggap lebih mengikuti tren saat ini. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi digital, khususnya platform media sosial seperti TikTok dapat dipergunakan untuk menyebarkan konten budaya termasuk tari tradisional secara cepat dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana konten tari di media sosial TikTok dapat memengaruhi sikap generasi Z supaya sadar akan pelestarian tari tradisional. Penelitian ini dilandaskan pada Teori Uses and Effects dan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan teknik survei. Terdapat 100 responden generasi Z yang tinggal di Kabupaten Tegal diberikan kuesioner untuk diisi guna mengumpulkan data penelitian ini. Aplikasi SPSS versi 27 kemudian dipergunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dan hubungan yang searah antara konten tari di TikTok terhadap kesadaran generasi Z di Kabupaten Tegal tentang pelestarian tari tradisional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial khususnya TikTok memiliki potensi sebagai sarana yang efektif dalam mendukung upaya pelestarian budaya salah satunya tari tradisional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pendidik, konten kreator, seniman, serta lembaga kebudayaan dapat memanfaatkan TikTok sebagai edukasi dan promosi budaya khususnya tari tradisional dengan cara lebih menarik serta sesuai dengan karakteristik generasi Z. Namun, upaya tersebut akan lebih optimal jika didukung oleh faktor eksternal yang relevan, seperti pendidikan seni budaya, pengaruh dari lingkungan sosial, serta pengalaman budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun komunitas sanggar seni.
Persepsi Generasi Z Terhadap Beauty Privilege Media Sosial Tiktok Dalam Pembelian Produk Kecantikan Izatul Amalia; Sarwo Edy; Ike Desi Florina
Finance : Journal of Accounting and Finance Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/ybv7r428

Abstract

Media sosial TikTok telah menjadi salah satu sumber utama informasi produk kecantikan bagi Generasi Z sekaligus ruang yang mereproduksi standar kecantikan melalui konten visual dan interaksi digital. Kondisi tersebut memunculkan fenomena beauty privilege, yaitu kecenderungan individu dengan penampilan yang sesuai standar kecantikan memperoleh perhatian, kepercayaan, dan perlakuan yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi Generasi Z terhadap beauty privilege di media sosial TikTok serta hubungannya dengan keputusan pembelian produk kecantikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan Generasi Z berusia 18-25 tahun yang aktif menggunakan TikTok dan memiliki pengalaman membeli produk kecantikan dalam enam bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengodean, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memaknai beauty privilege sebagai keuntungan sosial yang diperoleh individu karena memiliki penampilan menarik. Persepsi tersebut terbentuk melalui pengalaman menggunakan TikTok, interaksi sosial, serta pengamatan terhadap respons audiens terhadap kreator konten. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa beauty privilege memengaruhi keputusan pembelian melalui meningkatnya kepercayaan terhadap reviewer yang berpenampilan menarik, meskipun sebagian informan tetap melakukan evaluasi berdasarkan kecocokan produk, pengalaman pribadi, dan ulasan dari berbagai sumber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa beauty privilege berperan dalam membentuk persepsi terhadap kredibilitas kreator dan memengaruhi keputusan pembelian produk kecantikan, namun Generasi Z tetap menunjukkan kemampuan kritis dalam mengevaluasi informasi sebelum melakukan pembelian.
Pola Komunikasi Interpersonal Ayah dan Anak dalam Membentuk Kepercayaan Diri Anak di Kota Tegal Zaskia Nur Septiani; Diryo Suparto; Sarwo Edy
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.18093

Abstract

This study aims to analyze communication patterns between fathers and children in shaping children’s self-confidence in Tegal City. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The informants were selected using purposive sampling and consisted of eight father–child pairs. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that interpersonal communication between fathers and children plays an important role in developing children’s self-confidence. Open and empathetic communication makes children feel safe, heard, and valued. Fathers’ support and positive attitudes encourage children to try new experiences, participate in social activities, and develop positive self-perception. Meanwhile, equality in communication creates warm and pressure-free relationships, allowing children to express their opinions more confidently. Conversely, the lack of father involvement may create emotional distance and communication barriers that lead to functional fatherlessness. This study confirms that children’s self-confidence is shaped not only by internal factors but also by the quality of father-child communication that is emotionally present, consistent, and meaningful.
Representasi Propaganda dan Ideologi Perang dalam Anime Spy x Family melalui Analisis Semiotika Roland Barthes Fita Yauma Sabita; Sarwo Edy; Ike Desi Florina
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.18095

Abstract

This study analyzes the representation of propaganda and war ideology in the anime Spy x Family episodes 39–40. The research focuses on Loid Forger’s childhood, which reveals how war narratives, hostility toward the enemy, and militaristic values are constructed through media, family, social environment, and children’s play. This study employs a qualitative descriptive approach using Roland Barthes’ semiotic analysis, which includes denotation, connotation, and myth. Jacques Ellul’s propaganda theory is also used to classify the forms of propaganda represented in the selected scenes. The findings show that war propaganda is represented through integration, vertical, horizontal, sociological, and political propaganda. Sociological propaganda appears as the most dominant form because war ideology operates subtly through daily habits, social language, peer pressure, and children’s games. These findings indicate that Spy x Family functions not only as entertainment, but also as a medium of social criticism against the normalization of war, the dehumanization of enemies, and the formation of military identity from an early age. This study emphasizes the importance of critical media literacy in interpreting ideological messages embedded in popular culture