Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resepsi penonton terhadap nilai pelestarian penyu dalam film dokumenter Pulau Oar yang berjudul Konservasi Di Ujung Kulon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis Stuart Hall. Data di peroleh melalui proses wawancara mendalam terhadap penonton film Konservasi Di Ujung Kulon yang merupakan warga dari Kelurahan Petukangan Utara. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis resepsi yaitu dominant reading, negotiated reading dan oppositional reading untuk dapat mengetahui penerimaan dan pemaknaan penonton terhadap pesan di dalam film. Berdasarkan hasil wawancara, informan dapat memaknai film dokumenter Konservasi di Ujung Kulon sebagai media yang memberikan pemahaman terhadap pelestarian penyu dalam menjaga pelestarian ekosistem laut. Melalui viasualisasi kegiatan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang menyelenggarakan kegiataan program turtle camp dapat memberikan gambaran mengenai upaya konservasi penyu beserta pelestarian lingkungan laut. Pemaknaan informan cenderung berada pada posisi dominant reading. Informan dapat menerima pesan yang disampaikan sesuai degan harapan pembuat film yaitu pentingnya menjaga habitat laut untuk menjaga pelestarian ekosistem laut. Pemaknaan ini terlihat dengan adanya kesadaran informan mengenai fungsi penyu dalam menjaga pelestarian ekosistem laut. Sehingga, hasil penelitian menunjukan bahwa film dokumenter tidak hanya dipahami sebagai sumber informasi dan hiburan namun juga dimaknai sebagai media edukasi yang mampu membangun kesadaran dan kepedulian penonton terhadap isu lingkungan. Melalui pemaknaan tersebut, informan cenderung mendukung upaya pelestarian penyu dan ekosistem laut.
Copyrights © 2026