Kelompok Pengrajin Batik Bunga Seroja di Desa Pakandangan Tengah menghadapi berbagai persoalan yang menghambat produktivitas dan keberlanjutan usaha, baik pada aspek produksi maupun manajemen. Permasalahan utama meliputi rendahnya kepatuhan hukum lingkungan, penggunaan pewarna kimia tanpa kontrol, ketergantungan pada cuaca dalam proses pengeringan, hingga belum adanya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Dari sisi manajemen, pengrajin terkendala sistem produksi yang tidak terstruktur, pemasaran yang terbatas hanya pada pesanan paguyuban, serta minimnya pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, kepatuhan hukum lingkungan, serta daya saing pemasaran melalui penerapan teknologi ramah lingkungan Smart Drying dan sistem manajemen berbasis Business Intelligence (BI). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi hukum lingkungan, pelatihan penerapan teknologi hemat energi, implementasi Smart Drying, serta pendampingan manajemen produksi dan pemasaran digital berbasis BI. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: pemahaman hukum lingkungan naik dari 40% menjadi 80%, penggunaan bahan kimia berlebih berkurang 30%, efisiensi energi meningkat 50%, dan produktivitas saat musim hujan bertambah hingga 30%. Pada aspek manajemen, efisiensi produksi naik dari 60% menjadi 90%, sisa bahan baku berkurang dari 25% menjadi 5%, pertumbuhan pelanggan baru mencapai 40%, serta akurasi penyesuaian produksi terhadap tren pasar mencapai 80%. Dengan demikian, penerapan teknologi ramah lingkungan dan inovasi BI terbukti memberikan implikasi positif dalam mendorong keberlanjutan industri batik lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengrajin.
Copyrights © 2026