Pengembangan Desa Wisata Sintuk yang berbasis pelestarian sejarah sejak tahun 2022 masih menghadapi kendala akibat belum terkelolanya potensi wisata sejarah secara optimal serta minimnya alat transfer informasi interaktif bagi wisatawan. Pengabdian melalui skema Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini menawarkan solusi melalui perancangan rute wisata sejarah "Sintuk Heritage Trail". Keunikan pendekatan ini terletak pada integrasi pemetaan digital berbasis Google Maps dan sistem QR Code untuk menciptakan media promosi yang praktis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei dan observasi lapangan, pemetaan dan perancangan rute, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi dan memetakan 8 titik benteng serta bunker peninggalan Jepang ke dalam sebuah peta wisata digital yang siap digunakan. Luaran konkret dari pengabdian ini adalah draf rute wisata sejarah terintegrasi yang dapat diakses langsung oleh wisatawan melalui gawai secara mandiri. Implementasi produk ini terbukti efektif meningkatkan branding Desa Wisata Sintuk sekaligus menyediakan panduan navigasi praktis yang memperkuat nilai guna cagar budaya lokal bagi sektor pariwisata.
Copyrights © 2026