Pengembangan wisata sejarah merupakan strategi yang dapat mengintegrasikan pelestarian warisan budaya dengan peningkatan ekonomi lokal. Kota kupang memiliki monumen Jepang sebagai peninggalan Perang Dunia II yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan pengelolaan, fasilitas, promosi, dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Monumen Jepang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Kupang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Monumen Jepang perlu dilakukan melalui pelestarian nilai sejarah, peningkatan fasilitas, digitalisasi promosi, penyusunan paket wisata, serta pemberdayaan UMKM lokal. Strategi tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisata, peluang usaha, dan pendapatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Monumen Jepang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal apabila didukung oleh kolaborasi pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026