Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pada topik spesifik, termasuk perawatan luka kronis. Kondisi ini ditemukan pada Posyandu Anggrek Desa Wonorejo yang melayani kelompok lansia dan pralansia dengan risiko penyakit kronis, sementara praktik perawatan luka di masyarakat masih didominasi metode tradisional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam edukasi perawatan luka berbasis moist wound healing. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kader Posyandu melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan konseling menggunakan media brosur yang telah disusun berdasarkan evidence-based practice serta ditelaah oleh ahli keperawatan luka dan keperawatan komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman kader mengenai definisi luka kronis, basic wound care, dan pertolongan awal luka kronis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi peserta pada kategori paham dan sangat paham pada seluruh aspek yang diukur setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis moist wound healing dapat mendukung penguatan kapasitas kader dalam memberikan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan masyarakat terkait perawatan luka kronis. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat serta mendukung upaya pencegahan komplikasi luka kronis di tingkat komunitas. Saran selanjutnya bisa dilakukan skrening luka kronis sehingga terdeteksi lebih awal
Copyrights © 2026