Saelan Saelan
Prodi Sarjana Keperawatan, FIK, Universitas Kusuma Husada Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PENYULUHAN PERAWATAN LUKA BERBASIS MOIST WOUND HEALING: EMPOWERING COMMUNITY HEALTH VOLUNTEERS THROUGH EDUCATION ON MOIST WOUND HEALING-BASED WOUND CARE Saelan Saelan; Galih Priambodo; Aria Nurahman Hendra Kusuma; Sahuri Teguh Kurniawan; Wahyu Ryzky
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3022

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pada topik spesifik, termasuk perawatan luka kronis. Kondisi ini ditemukan pada Posyandu Anggrek Desa  Wonorejo yang melayani kelompok lansia dan pralansia dengan risiko penyakit kronis, sementara praktik perawatan luka di masyarakat masih didominasi metode tradisional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam edukasi perawatan luka berbasis moist wound healing. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kader Posyandu melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan konseling menggunakan media brosur yang telah disusun berdasarkan evidence-based practice serta ditelaah oleh ahli keperawatan luka dan keperawatan komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman kader mengenai definisi luka kronis, basic wound care, dan pertolongan awal luka kronis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi peserta pada kategori paham dan sangat paham pada seluruh aspek yang diukur setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis moist wound healing dapat mendukung penguatan kapasitas kader dalam memberikan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan masyarakat terkait perawatan luka kronis. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat serta mendukung upaya pencegahan komplikasi luka kronis di tingkat komunitas. Saran selanjutnya bisa dilakukan skrening luka kronis sehingga terdeteksi lebih awal
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PENYULUHAN PERAWATAN LUKA BERBASIS MOIST WOUND HEALING: EMPOWERING COMMUNITY HEALTH VOLUNTEERS THROUGH EDUCATION ON MOIST WOUND HEALING-BASED WOUND CARE Saelan Saelan; Galih Priambodo; Aria Nurahman Hendra Kusuma; Sahuri Teguh Kurniawan; Wahyu Ryzky
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3022

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pada topik spesifik, termasuk perawatan luka kronis. Kondisi ini ditemukan pada Posyandu Anggrek Desa  Wonorejo yang melayani kelompok lansia dan pralansia dengan risiko penyakit kronis, sementara praktik perawatan luka di masyarakat masih didominasi metode tradisional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam edukasi perawatan luka berbasis moist wound healing. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kader Posyandu melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan konseling menggunakan media brosur yang telah disusun berdasarkan evidence-based practice serta ditelaah oleh ahli keperawatan luka dan keperawatan komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman kader mengenai definisi luka kronis, basic wound care, dan pertolongan awal luka kronis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi peserta pada kategori paham dan sangat paham pada seluruh aspek yang diukur setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis moist wound healing dapat mendukung penguatan kapasitas kader dalam memberikan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan masyarakat terkait perawatan luka kronis. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat serta mendukung upaya pencegahan komplikasi luka kronis di tingkat komunitas. Saran selanjutnya bisa dilakukan skrening luka kronis sehingga terdeteksi lebih awal